Kamis, 21 Februari 2013

Analisis Puisi Kontemporer (Solitude dan Hemat)


PUISI KONTEMPORER

Puisi Kontemporer adalah bentuk puisi berusaha lari dari ikatan konvensional umum puisi itu sendiri. Misalnya Sutardji Calzoum Bachri yang mulai tidak mempercayai kekuatan kata tetapi ia mulai berpaling pada Eksistensi bunyi dan kekuatan. Puisi kontemporer cenderung berbentuk aneh dan ganjil. Bahkan puisi kontemporer dapat dikatakan seringkali memakai kata-kata yang kurang memperhatikan santun bahasa, memakai kata-kata makian kasar, dan lain-lain. Pemakaian kata-kata simbolik, gaya bahasa, irama, dan sebagainya dianggapnya tidak begitu penting lagi. Kehadiran puisi kontemporer merupakan perkembangan puisi Indonesia. Tahapan dari karya puisi kontemporer tidak hanya mementingkan dari si penyair, tetapi tuntutan keharusan, kemestian, dan kebenaran menjadi tahap yang utama dalam menciptakan sebuah puisi.

A. SOLITUDE
 Oleh: Sutardji Calzoum Bachri

yang paling mawar
yang paling duri
yang paling sayap
yang paling bumi
yang paling pisau
yang paling risau
yang paling nancap
yang paling dekap
samping yang palling
Kau!
Analisis

1.      Tema Puisi
Puisi jembatan ini bertemakan arti kesunyian.

2.      Ciri-ciri:
-         Bentuknya tidak pasti atau bebas
-         Pada umumnya bertemakan kritikan
-         Maknanya sangat sulit ditangkap
-         Sering sekali mempermainkan kata di dalamnya

3.      Isi
Larik ke
Bunyi larik
Isi
1
yang paling mawar
Kesunyian itu mempunyai sifat yang paling menarik, indah, dan harum seperti mawar.
2
yang paling duri
Kesunyian itu memiliki sesuatu yang menusuk, menyakitkan, menghalangi seperti duri.
3
yang paling bumi
Kesunyian itu meiliki sifat seperti tempat dalam merenungkan hidup seperti bumi tempat untuk kita hidup di dunia.
4
yang paling pisau
Kesunyian itu memiliki sifat seperti pisau yang sewaktu-waktu dapat berguna untuk memotong sesuatu tapi juga dapat membahayakan jika salah potong.
5
yang paling risau
Kesunyian itu memiliki sifat merisaukan bagi orang yang mengalaminya.  
6
yang paling nancap
Kesunyian itu memiliki sifat yang paling permanen jika terus menerus seseorang berda di dalamnya dan tidak pernah berpikir untuk terlepas dari kesunyian itu.
7
yang paling dekap
Kesunyian merupakan hal yang paling mesra seperti orang yang sedang mendekap
8
samping yang palling
Kau!
Yang mempunyai sifat yang paling adalah “Kau” yaitu Tuhan. Jadi orang yang paling itu, adalah orang selalu ingat Tuhan.

Kesimpulan:
Puisi Kontemporer adalah bentuk puisi berusaha lari dari ikatan konvensional umum puisi itu sendiri. Dalam puisi Sutardji Calzoum Bachri yang berjudul Solitude berisikan penjabaran dari arti kesunyian. Kesunyian itu sendiri memiliki banyak sifat diantaranya menarik, menusuk, menyakitkan, mendatangkan bahaya,  dan mesra. Orang yang paling mempunyai sifat dari yang paling adalah ia yang ingat keapada Tuhannya dalam kesunyian hidupnya.

B. HEMAT
Oleh : Sutardji Calzoum Bachri

dari hari ke hari
bunuh diri pelan-pelan

dari tahun ke tahun
bertimbun luka di badan

maut menabungKu
segobang-segobang



2.2  Anaisis
2.2.1        Ciri-ciri:
-         Bentuknya tidak pasti atau bebas
-         Diawali dengan huruf kecil
-         Maknanya sangat sulit ditangkap, tapi pesan yang disampaikan sangat berguna bagi pembaca.
-         Sering sekali mempermainkan kata di dalamnya

2.2.2.      Isi
Hemat
Bait ke
Bunyi
Isi
Makna
1
dari hari ke hari
bunuh diri pelan-pelan
Menjelaskan peristiwa manusia bertemu dengan maut. Maut datang secara perlahan. Jika kita tidak memepersiapkan diri kita akan tenggelam dalam maut tersebut.
Kematian pasti akan menjumpai setiap makhluk di dunia ini. Oleh sebab itu sebelum kematian datang kita harus memperbanyak amal ibadah kita agar kita mempunyai perbekalan di alam akhirat nanti.
2
dari tahun ke tahun
bertimbun luka di badan
Semakin lama, maut semakin dekat kepada kita. Maut datang dalam kepada kita saat kita berada dalam keadaan apapun dan bagaimanapun. Dan apabila maut telah datang, itu adalah saat yang sangat menyakitkan.
Kematian akan mendatangi siapa saja dan dalam keadaan apapun. Dan kematian merupakan rasa sakit yang paling sakit dalam dunia ini.
3
maut menabungKu
segobang-segobang
Maut telah hadir dalam diri manusia, sejak manusia hidup. Sejak manusia mulai bernapas di dunia, sejak itu pula maut membenih dalam diri manusia.
Sejak manusia dalam kandungan, ia sudah mempunyai takdir tersendiri yang menetukan jalan hidupnya.

Puisi tersebut menggambarkan bahwa pertemuan manusia dengan maut tidaklah seperti peristiwa ketika seseorang menemukan dompet di tengah jalan, maksudnya kejadian tersebut bukan terjadi secara sengaja melainkan sudah ada ketentuannya. Maut telah hadir dalam diri manusia, sejak manusia hidup. Sejak manusia mulai bernapas di dunia, sejak itu pula maut membenih dalam diri manusia: ”maut menabungku/ segobang segobang”. Lambat atau cepat, maut itu akan mendatangi manusia dalam keadaan apapun. Oleh sebab itu, kita harus mempergunakan waktu sebaik-baiknya.
2.2.3        Tema
Puisi yang berjudul hemat ini bertemakan datangnya maut.

3.            Simpulan
Puisi kontemporer adalah puisi yang sudah tidak mementingkan kata melainkan lebih mementingkan arti dari puisi tersebut. Walaupun puisi kontemporer juga sulit untuk dimengerti isinya. Dalam puisi Sutardji yang berjudul Hemat kita dapat mengambil pelajaran bahwa setiap makhluk di dunia ini pasti binasa oleh sebab itu ita harus memperbanyak amal ibadah kita untuk kehidupan yang kekal nanti.

Pustaka Acuan


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar